RAHASIA MEEDE PDF

Shelves: minjam , jempol-abis Banyak orang yang bilang kalo sering baca bisa buat kita makin pintar. Bahkan pernyataan ini juga sering diucapkan oleh orang tuaku sejak aku kecil dulu. Mungkin Mama dan Bapak juga mendengar ini udah dari zaman kecil mereka ya sehingga pernyataan ini mereka tanamkan ke aku. It means bahwa pernyataan tersebut di atas dipakai oleh banyak orang. Dan gw salah satu yang percaya akan kebenaran ini.

Author:Felrajas Jusho
Country:Haiti
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):5 September 2011
Pages:252
PDF File Size:5.89 Mb
ePub File Size:18.46 Mb
ISBN:717-8-73266-114-7
Downloads:93780
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dizilkree



Sudibyo, M. Pemilihan teori poskolonialisme untuk digunakan sebagai pisau analisis didasarkan pada asumsi bahwa novel Rahasia Meede menyatakan ketegangan-ketegangan berkaitan dengan pengalaman kolonialisme yang muncul pada masa pascakolonial. Ketegangan-ketegangan tersebut melibatkan dua kutub oposisi biner yakni Barat dan non-Barat.

Dalam konteks penelitian ini, Barat direpresentasikan oleh tokoh tokoh berkewarganegaraan Belanda, sedangkan non-Barat direpresentasikan oleh tokoh-tokoh berkewarganegaraan Indonesia. Dengan menggunakan kerangka berpikir poskolonialisme, penelitian ini berfokus mencari efek-efek dari kolonialisme yang dimunculkan narator di dalam novel tersebut.

Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa tokoh-tokoh Belanda di dalam novel memiliki kecenderungan untuk kembali meraih hegemoni ketika berhadapan dengan tokoh-tokoh Indonesia pada masa pascakolonial. Hegemoni tersebut ditunjukkan antara lain, melalui sikap superioritas, melabeli pribumi malas, inlander-phobia, dan anggapan Barat sebagai puncak peradaban. Sebagai reaksi, beberapa tokoh Indonesia melakukan resistensi terhadap hegemoni tokoh tokoh Belanda.

Resistensi yang dilakukan berbeda dengan resistensi pada masa kolonial. Jika pada masa kolonial resistensi lebih banyak berarti sebagai usaha mengusir penjajah secara fisik, maka resistensi yang dilakukan pada masa pasca kolonial lebih banyak berupa perlawanan ideologis.

Bentuk resistensi ideologis ini antara lain berupa pembalikkan stereotipe, dan yang menjadi bentuk resistensi paling dominan sepanjang novel: larangan meniru penjajah. Dari kedua oposisi itu, antara hegemoni dan resistensi, yang muncul lebih dominan di dalam novel adalah bentuk-bentuk hegemoni.

Hal ini menunjukkan intensi narator yang cenderung menggunakan novel Rahasia Meede sebagai sarana kritik sosial, yakni dengan berkamuflase pada tokoh-tokoh Belanda, narator berusaha untuk menunjukkan bahwa meski Indonesia telah merdeka secara politik, tetapi wacana mengenai kontinuitas penjajahan masih tetap berlangsung.

This research analyzes the novel Rahasia Meede with the utilization of postcolonialism theory. The selection theory to be applied is based on the assumption that the novel expresses tensions related to the experience of colonialism that emerged in the post-colonial period.

These tensions revolve around the binary opposition between two groups, being either of Western or non Western origin. Within the context of this research, the West is represented by subjects of the Dutch nationality, whereas the non-West is represented by those of Indonesian origin.

The results of the research revealed that the Dutch characters within the novel have a tendency to regain hegemony when dealing with those from Indonesian origin within the post-colonial period. Hegemony is revealed, among others, through an attitude of superiority, labeling indigenous as lazy, a high inlander-phobia, and assuming the West as the apex of civilization.

In response to the latter, some characters of Indonesian origin did resist towards the hegemony of the Dutch. The form of such resistance differed from those evident in the colonial period. Whereas resistance within the colonial period tended to be more of a physical, violent nature, those in the post-colonial period were more ideological.

This Ideological form of resistance, which includes a reversal of stereotypes, became the most dominant form of resistance throughout the novel as the prohibition of imitating colonizers.

From both opposing sides, being it the western hegemony or the resistance towards it, hegemony seems more dominant within the novel. The latter indicates that the author tends to use Rahasia Meede as a social critique, particularly camouflaged by the Dutch characters.

The narrator tries to reveal that even though Indonesia is independent politically, the continuity of colonial discourse is ongoing. Kata Kunci : poskolonial, hegemoni, resistensi. Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada.

DEEPALI SRIVASTAVA DATA STRUCTURE PDF

Rahasia Meede

Sekelumit Cerita Dari Launching Rahasia Meede Pertama sekali, aku ingin menyampaikan permohonan maaf kepada banyak peserta launching yang terpaksa mesti turun kembali dari lantai II Bakoel Koffie Cikini karena kapasitas ruangan tidak lagi bisa memberikan kenyamanan. Sekaligus penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pembaca Rahasia Meede yang tidak mendapat ruang mengikuti acara diskusi yang kita lakukan pada Kamis, 27 Desember Kami sama sekali tidak memperkirakan bahwa jumlah peserta akan membludak sedemikian banyaknya dengan kapasitas ruangan yang mungkin hanya cukup menampung sekitar an orang. Maaf beriring syukur karena ternyata antusiasme peserta sangat tinggi untuk mengikuti acara ini. Inilah acara dimana tiap paradoks kita pertemukan. Potret masa lalu lewat potongan slide gambar dipadukan dengan sajian musik akustik dari generasi ABG masa kini. Demikian juga dengan pembicaranya.

BEZONKEN ROOD PDF

Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC

Novel kontemporer ini menyuguhkan permasalahan yang menarik. Sebuah hal yang sudah tak lagi digubris masyarakat hingga kaum pelajar sekalipun. Permasalahan tentang konflik kolonialisme yang melahirkan berbagai macam suspensi unik membuat novel ini semakin menarik untuk dibaca. Ito mengemas sebuah fakta sejarah dan merangkaikannya kembali menjadi fiksi yang dahsyat. Novel yang dipenuhi misteri menegangkan ini seolah-olah mengajak pembaca untuk turut berpikir memecahkan permasalahan yang ada. Sindiran terhadap kinerja pemerintah saat itu dan kritikan terhadap mental bangsa pun tak luput tersirat dalam setiap ulasannya. Dengan runtut, E.

ENCENDIDO TRANSISTORIZADO PDF

rahasia meede

ITO Sebuah terowongan tua ditemukan di perut bumi Jakarta. Pintu masuknya terletak dalam Museum Sejarah Jakarta. Rutenya diyakini menuju tempat persembunyian emas VOC. Sementara itu, di atas permukaan, Jakarta dicekam oleh teror pembunuhan misterius. Satu per satu orang penting ditemukan tewas mengenaskan, di tempat-tempat berawalan huruf B, disertai pesan aneh berupa Tujuh Dosa Sosial yang pernah dicetuskan oleh Mahatma Gandhi. Entah apa makna semua itu. Dan, untuk mendapatkan jawabannya, seorang laki-laki muda intelijen militer harus berhadapan dengan seorang anarkis, karibnya ketika sama-sama sekolah di SMA Taruna Nusantara.

Related Articles