BUKU TEOLOGI ISLAM HARUN NASUTION PDF

The writer in this article explains that Ahmad Hanafi. Harun Nasution, Teologi Islam Grafindo, Semarang, Harun Nasution, Prof.

Author:Gabar Zusho
Country:Estonia
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):1 November 2013
Pages:328
PDF File Size:9.64 Mb
ePub File Size:12.52 Mb
ISBN:328-1-65901-698-8
Downloads:3931
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Meztilar



Di Arab, ia tidak betah dan menuntut orang tuanya agar bisa pindah studi ke Mesir. Di Kairo ini, beliau mendapatkan gelar B. A dalam bidang ilmu pendidikan dan ilmu sosial. Pernah menjadi konsulat Indonesia di Kairo, dari Mesir ia ditarik ke Jakarta dan kemudian menjadi sekretaris pada kedutaan besar Indonesia di Brussel.

Situasi politik dalam negeri Indonesia pada tahun an membuatnya mengundurkan diri dari karier diplomatic dan pulang ke Mesir. Di Mesir ia kembali menggeluti dunia ilmu di sebuah sekolah tinggi studi Islam, di bawah bimbingan salah seorang ulama fiqih Mesir terkemuka, Abu Zahrah. Sepanjang hayatnya, ia dedikasikan dirinya pada dunia ilmu.

Gagasan dan pemikirannya terasa mencerahkan kehidupan berbangsa dan beragama. Ia juga dinilai cukup berani dalam hal pemikiran keagamaan. Di bidang akademis, dia terbilang sukses, terutama dalam meletakkan dasar-dasar pemahaman yang baru tentang keislaman di kalangan Institut Agama Islam Negeri IAIN di Indonesia.

Buku ini terdiri dari dua jilid, diterbitkan pertama kali oleh UI-Press, yang intinya adalah memperkenalkan Islam dari berbagai aspeknya. Buku ini menolak pemahaman bahwa Islam itu hanya berkisar pada ibadat, fikih, tauhid, tafsir, hadits, dan akhlak saja. Buku ini terdiri dari dua bahagian. Uraian diberikan sedemikian rupa, sehingga di dalamnya tercakup sejarah perkembangan dan ajaran-ajaran terpenting dari masing-masing aliran atau golongan itu, dan mengandung analisa dan perbandingan dari aliran-aliran tersebut.

Sehingga dapat diketahui aliran mana yang bersifat liberal, mana yang bersifat tradisional. Buku ini dicetak pertama kali tahun oleh UI-Press. Buku ini menjelaskan tentang epistemologi dan wahyu, ketuhanan, argumen-argumen adanya Tuhan, roh, serta kejahatan dan kemutlakan Tuhan. Buku ini semula diterbitkan Bulan Bintang.

Buku ini terdiri dari dua bagian, yakni bagian falsafat Islam dan bagian mistisisme Islam tasawuf. Bagian falsafat Islam menguraikan bagaimana kontak pertama antara Islam dan ilmu pengetahuan serta falsafat Yunani yang kemudian melahirkan filosuf muslim seperti al-Kindi, al-Razi, al-Farabi, Ibn Sina, al-Ghazali, dan ibn Rusyd.

Sedangkan, bagian mistisisme Islam menguraikan bagaimana kedudukan tasawuf dalam Islam sebagai upaya mendekatkan diri pada Tuhan. Buku ini terbit perdana tahun oleh Bulan Bintang, Jakarta. Membahas tentang pemikiran dan gerakan pembaruan dalam Islam, yang timbul di zaman yang lazim disebut periode modern dalam sejarah Islam.

Buku ini menjelaskan pengertian akal dan wahyu dalam Islam, kedudukan akal dalam Al-Quran dan Hadits, perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam, dan peranan akal dalam pemikiran keagamaan Islam. Uraian tegas buku ini menyimpulkan bahwa dalam ajaran Islam, akal mempunyai kedudukan tinggi dan banyak dipakai, bukan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan saja, tetapi juga dalam perkembangan ajaran keagamaan sendiri.

Akal tidak pernah membatalkan wahyu, akal tetap tunduk kepada teks wahyu. Buku ini merupakan terjemahan dalam bahasa Indonesia dari tesis Ph. Buku ini berisi tentang riwayat hidup Muhammad Abduh, filsafat wujud, kekuatan akal, fungsi wahyu, paham kebebasan manusia dan fatalisme, sifat-sifat Tuhan, perbuatan Tuhan, dan konsep Iman. Buku ini merekam hampir seluruh pemikiran keislaman Harun Nasution sejak tahun sampai diedit oleh Syaiful Muzani , terutama mengenai tuntutan modernisasi bagi umat Islam.

Pemikiran-pemikiran Harun Nasution a. Peranan Akal Bukanlah secara kebetulan bila Harun Nasution memilih problematika akal dalam system teologi Muhammad Abduh sebagai bahan kajian disertasinya di Universitas Mogill, Mentreal, Kanada. Besar kecilnya peranan akal dalam system teologi suatu aliran sangat menentukan dinamis atau tidaknya pemahaman seseorang tentang ajaran Islam. Karena akallah manusia mempunyai kesanggupan untuk menaklukkan kekuatan makhluk lain disekitarnya.

Bertambah tinggi akal manusia, bertambah tinggi pula kesanggupannya untuk mengalahkan makhluk lain. Bertambah lemah kekuatan akal manusia, bertambah lemah pulalah kesanggupannya untuk menghadapi kekuatan-kekuatan lain tersebut. Muhammad Arsyad Farisi - Universitas Islam Attahiriyah Dalam sejarah Islam, akal mempunyai kedudukan tinggi dan banyak dipakai, bukan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan saja, akan tetapi dalam perkembangan ajaran-ajaran keagamaan Islam sendiri.

Bukanlah tidak ada dasarnya apabila ada penulis-penulis, baik di kalangan Islam sendiri maupun di kalangan non-Islam, yang berpendapat bahwa Islam adalah agama rasional. Pembaharuan Teologi Teologi adalah ilmu yang mempelajari ajaran-ajaran dasar suatu agama.

Secara umum, pemikiran Harun tentang teologi rasional maksudnya adalah bahwa kita harus mempergunakan rasio kita dalam menyikapi masalah. Namun bukan berarti menyepelekan wahyu. Disinilah dibutuhkan akal yang dapat berpikir tentang semua hal tersebut. Dalam hal ini, keabsolutaan wahyu sering dipertentangkan dengan kerelatifan akal. Retorika ini mengandung pengertian bahwa umat islam dengan teologi fatalistik, irasional, pre-deteminisme serta penerahan nasib telah membawa nasib mereka menuju kesengsaraan dan keterbelakangan.

Dengan demikian, jika hendak mengubah nasib umat islam, menurut Harun Nasution, umat islam hendaklah merubah teologi mereka menuju teologi yang berwatak, rasional serta mandiri. Hubungan akal dan wahyu Salah satu fokus pemikiran Harun Nasution adalah hubungan akal dan wahyu. Ia menjelaskan bahwa hubungan akal dan wahyu memang menimbulkan pertanyaan, tetapi keduanya tidak bertentangan.

Orang yang beriman tidak perlu menerima bahwa wahyu sudah mengandung segala-galanya. Wahyu bahkan tidak menjelaskan semua permasalahan keagamaan. Dalam pemikiran Islam, baik di bidang filsafat dan ilmu kalam, apalagi di bidang ilmu fiqih, akal tidak pernah membatalkan wahyu. Akal tetap tunduk kepada teks wahyu. Teks wahyu tetap dianggap benar.

Akal dipakai untuk memahami teks wahu dan tidak untuk menentang wahyu. Akal hanya memberi interpretasi terhadap teks wahyu sesuai dengan kecenderungan dan kesanggupan pemberi interpretasi. Yang dipertentangkan dalam sejarah pemikiran Islam sebenarnya bukan akal dan wahyu, tetapi penafsiran tertentu dari teks wahyu dengan lain dari teks wahyu itu juga. Jadi, yang bertentangan sebenarnya dalam Islam adalah pendapat akal ulama tertentu dengan pendapat akal ulama lain.

Malaikat menjadi perdebatan orang, takdir dan ikhtiar juga menjadi masalah dalam sejarah pemikiran Islam. Jadi, jika ada pemikiran Islam yang menyimpulkan menyimpang dari keempat hal tersebut, maka itu bukan pemikiran Islam lagi. Dalam pemikiran teologi Islam modern, seorang muslim dirangsang untuk berpikir rasional, yakni pemikiran Islam yang tidak takut pada falsafat, tidak merendahkan kemampuan akal, tidak sempit dan tidak dogmatis. Meski terkadang terjadi goncangan-goncangan pemikiran ketika mendiskusikan ilmu kalam, falsafat Islam, tasawuf dan pembaruan dalam Islam.

Ketika mendiskusikan masalah kaitan perbuatan manusia dengan perbuatan atau penciptaan Tuhan, pada umumnya seorang muslim sudah memiliki pendirian bahwa paham Jabariah dan lawannya, Qadariah, adalah dua paham yang salah, dan meyakini adanya paham ketiga, yaitu paham kasab, yang diyakini benar, yang posisinya berada di tengah Jabariah dan Qadar.

IVO TOMAN DEBORDELIZACE HLAVY PDF

Navigation

Ia dilahirkan dari keluarga ulama. Ayahnya bernama Abdul Jabbar Ahmad, merupakan seorang ulama sekaligus pedagang sukses. Dalam dunia kecendikiawanan, Harun Nasution dikenal sebagai tokoh dengan pemikiran-pemikirannya yang cenderung liberal. Beliau juga telah menerbitkan banyak karya baik berupa buku maupun artikel. Bagian pendahuluan menyebutkan betapa pentingnya pengetahuan tentang teologi bagi umat Islam terutama bagi mereka yang berpendidikan barat dan merasa tidak yakin pada keyakinan yang selama ini mereka anut. Buku ini tidak hanya membahas Islam dari sudut hukum dan fikihnya saja, tetapi juga dari sisi lain yaitu keberadaan aliran-aliran teologi baik tradisional maupun liberal yang pernah mewarnai dunia Islam dengan ajarannya, yang beberapa, bahkan memicu kontroversi di kalangan umat Islam sendiri. Teologi sendiri merupakan ilmu tentang ajaran-ajaran dasar dari suatu agama, dalam Islam, teologi disebut sebagai al Ilm al Kalam.

AZ1084T ADJ PDF

Teologi Islam: Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan

.

Related Articles