ASKEP CKR PDF

Observasi 24 jam 2. Jika pasien masih muntah sementara dipuasakan terlebih dahulu. Berikan terapi intravena bila ada indikasi. Anak diistirahatkan atau tirah baring.

Author:Garg Dahn
Country:Vietnam
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):28 March 2005
Pages:115
PDF File Size:12.63 Mb
ePub File Size:13.5 Mb
ISBN:145-9-43557-789-9
Downloads:5544
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dara



Riwayat Kesehatan 1. Keluhan utama masuk rumah sakit Pasien mengeluh pusing dan mual karena kecelakaan 2. Keluhan utama saat pengkajian Pasien mengeluh pusing dan mual 3. Riwayat penyakit sekarang Tanggal 10 Juni pukul Setelah terjatuh, pasien masih sadar, pasien mual tetapi tidak muntah.

Oleh orangorang yang ada di sana pasien langsung dikerumunin dan 3 orang diantara mereka dengan segera membawa pasien ke BP. Selama perjalanan pasien mual tetapi tidak muntah, pasien dalam keadaan sadar, pasien hanya merasakan nyeri pada bekas benturan dikepalanya. Pada pukul Pasien dibawa oleh perawat menuju kamar 5 dan akan mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kemudian selang beberapa detik ke-2 orang tua pasien datang menemani pasien. Saat pengkajian pasien dalam keadaan sadar, namun bila ditanya kadang-kadang tidak mau menjawab.

Riwayat penyakit sebelumnya Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah mengalami penyakit jantung, DM maupun penyakit berat lainnya, pasien juga tidak menderita hemofilia 5. Riwayat penyakit keluarga Keluarga pasien mengatakan bahwa dikeluarganya tidak ada yang menderita penyakit kronis maupun penyakit keturunan seperti DM, penyakit jantung dan hipertensi c.

Pola Kebiasaan 1. Bernafas Keluarga pasien mengatakan bahwa sebelum sakit pasien tidak mengalami kesulitan dalam bernafas, baik saat menghirup maupun menghembuskan nafas. Saat pengkajian pasien tidak sesak 2. Makan dan Minum Makan Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien makan 3 x sehari dengan nasi, sayur dan daging. Pasien makan habis 1 porsi tiap kali makan. Saat pengkajian, keluarga pasien mengatakan bahwa pasien makan terakhir pukul Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan pasien minum terakhir pukul Eliminasi BAB Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien biasa BAB sekali dalam sehari di pagi hari dengan konsistensi lembek, warna kekuningan dan bau khas faeses.

Pada saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa tadi pagi pasien sudah BAB BAK Keluarga pasien mengatakan bahwa sebelum sakit pasien biasa BAK x sehari dengan volume cc tiap kali kencing.

Dengan keadaan warna kekuningan bau pesing dan rasa sakit saat kencing tidak ada 4. Gerak dan Aktivitas Keluarga pasien mengatakan bahwa sebelum sakit pasien bisa pergi ke sekolah, melakukan pekerjaan rumah sehari-hari seperti menyapu dan mengepel.

Pada saat pengkajian pasien mampu melakukan perlawanan juga bisa bergerak pelan-pelan dalam mengubah posisinya 5. Istirahat dan Tidur Keluarga pasien mengatakan bahwa sebelum sakit pasien biasa tidur mulai dari pukul Pasien biasa tidur siang, lamanya tidur pasien sehari adalah 9 jam. Saat pengkajian pasien dalam keadaan bingung 6. Kebersihan diri Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien biasa mandi 2 x sehari, ganti pakaian dalam sehari, cuci rambut 3 hari sekali. Saat pengkajian pasien tampak bersih 7.

Pengaturan suhu tubuh Keluarga pasien mengatakan bahwa sebelum sakit pasien tidak pernah mengalami peningkatan suhu tubuh. Saat pengkajian pasien juga tidak panas 8. Rasa Nyaman Pada saat pengkajian pasien tampak memegangi kepalanya dan mengeluh kesakitan. Nyeri pasien bertambah saat kepalanya disentuh.

Skala nyeri 4 dari 10 skala nyeri yang diberikan, pasien tampak meringis dan berusaha menjauhkan kepalanya saat disentuh 9. Rasa aman Keluarga pasien mengatakan bahwa ia sangat mengkhawatirkan keadaan pasien, keluarga pasien tampak bertanya-tanya tentang keadaan pasien, keluarga pasien tampak bingung, serta ibu pasien menangis dan hampir pingsan saat melihat keadaan anaknya Data sosial Keluarga pasien mengatakan bahwa sebelum sakit pasien biasa berinteraksi dengan orang disekitarnya, hubungannya dengan keluarga dan teman-temannya sejauh ini baik-baik saja.

Saat pengkajian pasien tidak bisa melakukan interaksi dengan orang lain dan orang disekitarnya karena pasien dalam keadaan bingung. Keluarga pasien mengatakan bahwa orang yang sering diajak bertukar pikiran menceritakan masalah adalah ibunya Prestasi dan produktivitas Pasien mengatakan dapat mengikuti pelajaran disekolahnya dulu, namun belum pernah berprestasi.

Setelah sakit pasien tidak dapat bersekolah seperti biasa Rekreasi Sebelum sakit pasien biasa berekreasi dengan keluarga dan temantemannya.

Namun, setelah sakit pasien tidak dapat bersekolah seperti biasa. Belajar Pasien mengatakan tidak mengerti tentang penyakitnya. Pasien tampak bertanya-tanya tentang penyakitnya Ibadah Pasien beragama Hindu, dan setelah sakit pasien hanya dapat berdoa dari tempat tidur d.

Pemeriksaan Fisik 1. Nyeri tekan disekitar luka, terdapat perdarahan pada luka b. Muka : Lesi tidak ada, edema tidak ada, nyeri tekan tidak ada, masa tidak ada c. Mata : Bentuk simetris antara kanan dan kiri, buka mata spontan, penglihatan baik, konjungtiva anemis, pupil isokor, sklera anloterik, nyeri tekan tidak ada d. Hidung : Lesi tidak ada, nyeri tekan tidak ada, mukosa hidung merah muda, sekret ada, pernafasan cuping hidung tidak ada e.

Telinga : Pendengaran baik, seruman ada, kebersihan cukup, nyeri tekan tidak ada f. Mulut : Mukosa bibir lembab, mulut bersih, jumlah gigi lengkap g. Atas Ekstremitas: : Cianosis tidak ada, kuku bersih, edema tidak ada Bawah : Cianosis tidak ada, kuku bersih, edema tidak ada k. Genitalia Anus : : Kebersihan cukup Hemoroid tidak ada, kebersihan cukup 5. Perubahan perfusi jaringan serebral 2. Resiko terjadinya peningkatan tekanan intra kranial 3.

Nyeri akut 4. Resiko infeksi 5. Kecemasan keluarga Analisa Masalah 1. Hal itu dapat mengakibatkan resiko peningkatan TIK Akibat bila tidak ditanggulangi Akan terjadi kekurangan volume cairan 3. P : E : S : Nyeri akut Kerusakan jaringan otak Pasien mengeluh kesakitan, saat pengkajian pasien tampak memegangi kepalanya, skala nyeri 4 dari 10 skala nyeri yang diberikan, pasien tampak meringis dan berusaha menjauhkan kepalanya saat kepalanya disentuh, terdapat hematoma dengan ukuran diameter 5 cm kepala bagian kanan, terdapat luka robek dengan ukuran 2 cm di kepala bagian kanan Proses terjadinya : Karena adanya kerusakan kontinuitas jaringan otak menyebabkan area tersebut terangsang untuk mengeluarkan zat-zat kimia neurotransmiter seperti histamin, bradikinin dan prostaglandin, rangsangan ini akan dibawa ke thalamus kemudian dari thalamus diteruskan ke korteks serebri dan apabila terjadinya mekanisme gate control maka nyeri dihantarkan ke thalamus dan diinterpretasikan sebagai rangsang nyeri Akibat bila tidak ditanggulangi : Mengganggu istirahat tidur pasien serta gerak aktivitas pasien 4.

Hal inilah yang dapat menimbulkan infeksi. Akibat bila tidak ditanggulangi : Akan terjadi infeksi dan menghambat penyembuhan 5. P : E : S : Kecemasan keluarga Adanya perubahan situasi dan krisis Keluarga pasien mengatakan sangat khawatir dengan keadaan anaknya, keluarga tampak menangis dan hampir pingsan saat melihat keadaan anaknya, keluarga pasien tampak bertanya-tanya tentang keadaan pasien Proses terjadinya : Karena adanya perubahan situasi dan krisis serta diimbangi dengan koping keluarga yang tidak efektif dalam menghadapi situasi dan krisis menyebabkan terjadinya kecemasan keluarga Akibat bila tidak titanggulangi : Menghambat proses pengobatan Diagnosa Keperawatan 1.

BALADA DO CARCERE DE READING PDF

ASKEP CKR PDF

Ajarkan orang tua untuk mengenal komplikasi, termasuk menurunnya kesadaran, perubahan gaya berjalan, demam, kejang, sering muntah, dan perubahan bicara. Jelaskan tentang maksud dan tujuan pengobatan, efek samping, dan reaksi dari pemberian obat. Ajarkan orang tua untuk menghindari injuri bila kejang: penggunaan sudip lidah, mempertahankan jalan nafas selama kejang. Jelaskan dan ajarkan bagaimana memberikan stimulasi untuk aktivitas sehari-hari di rumah, kebutuhan kebersihan personal, makan-minum. Aktivitas bermain, dan latihan ROM bila anak mengalami gangguan mobilitas fisik.

BATUAN SEDIMEN KLASTIK PDF

Penderita yang sadar penuh dan mempunyai gerakan bola mata yang baik menandakan intaknya sistem motorik okuler di batang otak. Pada keadaan kesadaran yang menurun, gerakan bola mata volunter menghilang, sehingga untuk menilai gerakannya ditentukan dari refleks okulosefalik dan okulovestibuler. Penanganan cedera kepala sesuai dengan tingkat gradasi klasifikasi klinis, meliputi : 1 Cedera Kepala Tingkat I Cedera kepala tingkat I ini merupakan kelompok kasus yang jumlahnya tebanyak dibanding dengan cedera kepala tingkat lainnya dan dalam hal ini dapat dikategorikan sebagai cedera kepala ringan. Penanganannya mencakup anamnesa yang berkaitan dengan jenis dan waktu kecelakaan, riwayat penurunan kesadaran atau pingsan, riwayat adanya amnesia retrograde serta keluhan-keluhan lain yang berkaitan dengan peninggian tekanan intracranial seperti : nyeri kepala, pusing, dan muntah. Amnesia retrograde cenderung merupakan tanda ada-tidaknya pada kepala, sedangkan amnesia antegrade pasca trauma lebih berkonotasi akan berat ringannya konkusi cedera kepala yang terjadi.

Related Articles